{"id":25,"date":"2026-05-08T09:47:00","date_gmt":"2026-05-08T09:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/designyxr.com\/?p=25"},"modified":"2026-05-08T12:18:57","modified_gmt":"2026-05-08T12:18:57","slug":"kursi-dari-debu-pabrik-dan-reruntuhan-kota-the-second-mine-bikin-sampah-jadi-mahal","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/designyxr.com\/?p=25","title":{"rendered":"Kursi dari Debu Pabrik dan Reruntuhan Kota? The Second Mine Bikin Sampah Jadi Mahal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halo, Sobat Desain!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Balik lagi di blog kesayangan kita. Udah pada kangen belum sama obrolan seru seputar desain yang nggak cuma enak dipandang, tapi juga punya <em>cerita<\/em> dan <em>nyawa<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ini, kita akan bahas sesuatu yang agak\u2026 <em>beda<\/em>. Bukan meja mewah dari batu alam yang dihaluskan teknologi kayak sebelumnya. Bukan juga kursi yang seolah-olah bisa terbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kali ini, kita akan ngobrolin <strong>kotoran industri<\/strong>. Iya, beneran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi tunggu dulu, jangan tutup tabnya! Soalnya, kotoran ini disulap jadi masterpiece yang bahkan akan bikin kamu geleng-geleng kepala sambil bilang, <em>&#8220;Gila, ini dari limbah? Serius?!&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk, kenalan dengan <strong>&#8220;The Second Mine&#8221;<\/strong> dari <strong>BENTU Design.<\/strong> Siap-siap mikir ulang tentang sampah!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Filosofi &#8220;Sampah itu Hanya Bahan yang Salah Tempat&#8221;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Coba kamu lihat sekeliling rumahmu. Atau lihat gedung-gedung beton di luar jendela. Suatu hari nanti, gedung-gedung itu akan tua dan dirobohkan. Lalu, kemana perginya puing-puing beton, bata, dan keramiknya? Biasanya? <strong>Timbunan sampah<\/strong>. Menggunung, nggak bisa diurai alam, bikin bumi sesak napas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, <strong>BENTU Design<\/strong> punya cara pandang yang bikin saya <em>speechless<\/em>. Mereka bilang:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;There is no such thing as &#8216;waste&#8217;. There is only material waiting to be mined for the second time.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Makanya proyek ini dinamakan <strong>&#8220;The Second Mine&#8221;<\/strong> (Tambang Kedua).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tambang biasa menggali gunung sampai bolong untuk mengambil material baru (yang notabene merusak alam), maka BENTU memilih untuk <strong>&#8220;menambang&#8221; di tempat pembuangan sampah, di puing-puing bangunan tua, atau di tumpukan abu sisa pembakaran batu bara<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan Di Jepang atau Swiss, konsep <em>urban mining<\/em> ini sudah lumrah. Tapi BENTU, yang berbasis di China (produsen limbah konstruksi terbesar dunia), benar-benar mengeksekusinya dengan gila-gilaan. Mereka tidak hanya <em>mendaur ulang<\/em>, mereka <strong>mentransformasi<\/strong> secara estetik dan struktural.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bahan Bakunya Dari Abu Terbang hingga Puing Rumah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik kursi dan meja yang keliatan solid ini, kamu akan menemukan campuran yang nggak biasa. Ini dia tiga &#8220;harta karun&#8221; dari tambang kedua versi BENTU:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Fly Ash (Abu Terbang) dari Pembangkit Listrik<\/strong><br>Dari PLTU Shenhua di Danau Poyang, China. Setiap 100 ton batu bara yang dibakar, tersisa <em>15-45 ton abu<\/em>. Biasanya abu ini mencemari tanah dan air. BENTU mengambilnya, mencampurnya dengan slag baja dan limbah keramik dari Jingdezhen, lalu menghasilkan material baru yang <strong>kuatnya nggak kalah dari beton biasa<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Puing Bangunan dari &#8220;Urban Village&#8221;<\/strong><br>Ini yang paling <em>poetic<\/em> buat saya. BENTU menyisir lokasi pembongkaran di kampung-kampung kota yang rata dengan tanah. Mereka ambil pecahan bata merah, beton abu-abu, keramik hijau kebiruan, dan sisa kayu.<br>Lalu mereka <strong>crusher (giling)<\/strong> di tempat menggunakan unit mobile. Nggak perlu diangkut jauh-jauh, jadi emisi karbonnya minim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Sisa Keramik dari Pabrik<\/strong><br>Kota Jingdezhen terkenal sebagai ibu kota keramik dunia. Tapi di balik keindahan porselen, ada <strong>gunungan limbah keramik<\/strong> yang nggak bisa hancur. BENTU mengambil fragmen-fragmen ini dan menyulapnya jadi meja dengan <em>speckles<\/em> (bintik-bintik) warna-warni yang estetik banget.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proses Manufaktur 3D Printing dan &#8220;Pertumbuhan Anorganik&#8221;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, sekarang masuk ke bagian <em>teknologi<\/em>-nya. BENTU nggak cuma ngecor material seperti bikin bakwan. Mereka pakai <strong>3D Printing skala besar<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menyebutnya <strong>&#8220;Inorganic Growth&#8221;<\/strong> (Pertumbuhan Anorganik).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan mesin printer raksasa yang menyemburkan adonan abu-abu kental lapis demi lapis. Karena pakai teknologi <strong>dual-extrusion<\/strong>, mereka bisa mengatur gradasi warna secara presisi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Warna <strong>merah bata<\/strong> dari debu bata merah.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna <strong>abu-abu<\/strong> dari beton.<\/li>\n\n\n\n<li>Warna <strong>biru kehijauan<\/strong> dari pecahan keramik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya? Permukaan kursi atau meja yang <strong>berlapis-lapis seperti batuan sedimen<\/strong> atau seperti <em>topografi<\/em> pegunungan. Setiap lapisan adalah rekaman sejarah dari material sebelumnya. Keren banget kan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan hasil risetnya mencengangkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Material ini mengandung <strong>85% limbah padat<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Emisi karbon turun hingga <strong>65-80%<\/strong> dibanding bikin furnitur dari beton\/conventional.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghemat material hingga <strong>40%<\/strong> karena desainnya dioptimalkan oleh algoritma komputer.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Estetika Keindahan dalam Ketidaksempurnaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin kamu bertanya, <em>&#8220;Tapi\u2026 jelek nggak sih barang dari limbah?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya jamin, justru ini yang bikin karya BENTU beda dari brand sustainable lainnya. Mereka nggak cuma peduli lingkungan, tapi juga peduli <strong>value aesthetics<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lihatlah tekstur kursi <strong>&#8220;X Stool&#8221;<\/strong> atau kursi <strong>&#8220;PU&#8221;<\/strong>. Warnanya nggak rata sempurna. Ada bintik-bintik gelap, ada serat abu-abu yang bergradasi, ada warna merah bata yang muncul tiba-tiba.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan cacat. Ini adalah <strong>&#8220;Memori Material&#8221;<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti kata <em>Homecrux<\/em>, ini adalah jejak warna dari kota-kota yang sudah tak ada lagi (<em>colorful imprint of cities that no longer exist<\/em>) . Duduk di kursi ini, rasanya seperti menyentuh sejarah sebuah tempat. Di satu sisi, dia sekeras beton. Di sisi lain, dia berbicara tentang kerapuhan peradaban yang kita bangun dan hancurkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah Ini Masa Depan Desain?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya pribadi sangat excited dengan gerakan seperti ini. Zaha Hadid (di artikel sebelumnya) bermain dengan <em>form<\/em> dan <em>teknologi tinggi<\/em> hingga menghasilkan furniture yang seperti patung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BENTU Design bermain dengan <strong>substansi dan etika<\/strong> hingga menghasilkan furniture yang seperti fosil masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya sama-sama brilian. Tapi untuk urusan keberanian memaknai ulang &#8220;sampah&#8221;, saya kasih dua jempol untuk BENTU.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, gimana?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah kamu tertarik untuk membeli furniture dari &#8220;Tambang Kedua&#8221;?<\/li>\n\n\n\n<li>Atau kamu masih ragu karena mikir <em>&#8220;Ah, ini kan sampah&#8221;<\/em> ?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulis di kolom komentar ya! Siapa tahu nanti ada brand lokal Indonesia yang terinspirasi bikin kursi dari limbah plastik atau debu vulkanik?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Like dan share artikel ini ke teman-teman arsitek atau aktivis lingkunganmu. Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Sobat Desain! Balik lagi di blog kesayangan kita. Udah pada kangen belum sama obrolan seru seputar desain yang nggak&#8230;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[16,17,15],"class_list":["post-25","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-furniture-kontemporer","tag-bentudesign","tag-furniturbetoneco","tag-urbanmining"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions\/55"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}