{"id":70,"date":"2026-05-08T12:10:24","date_gmt":"2026-05-08T12:10:24","guid":{"rendered":"https:\/\/designyxr.com\/?p=70"},"modified":"2026-05-08T12:10:24","modified_gmt":"2026-05-08T12:10:24","slug":"botol-bekas-jangan-dibuang-chen-shujie-bisa-sulap-jadi-vas-lilin-sampai-lampu-gantung","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/designyxr.com\/?p=70","title":{"rendered":"Botol Bekas Jangan Dibuang! Chen Shujie Bisa Sulap Jadi Vas, Lilin, Sampai Lampu Gantung"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halo, para pembaca yang punya tumpukan botol plastik di dapur!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Santai, saya nggak akan ceramahin kamu soal bumi yang makin panas atau paus yang mati karena mikroplastik. <em>Promise.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi hari ini, kita akan ngobrolin sesuatu yang <em>jujur<\/em>\u2014sesuatu yang mungkin selama ini kamu lihat setiap hari tapi nggak pernah kamu pikirkan. Botol air mineral bekas. Yang habis kamu minum habis, lalu kamu buang. Atau mungkin kamu simpan &#8220;untuk nanti&#8221; padahal nggak pernah terpakai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, seorang desainer muda bernama <strong>Chen Shujie<\/strong> dari China punya cara pandang yang <em>bikin saya nganga<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">*&#8221;Kenapa botol plastik nggak kita pakai *sebagai apa adanya<em>, daripada kita lelehkan dan cetak ulang jadi barang baru yang\u2026 ya, itu-itu aja?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka lahirlah <strong>&#8220;Reused Plastic Bottle Series&#8221;<\/strong> \u2014empat benda sehari-hari (vas, pengharum ruangan, tempat lilin, dan toples) yang <em>sengaja<\/em> memperlihatkan jejak botol plastiknya. Bukan disembunyikan. Bukan diubah total. Tapi <strong>dirangkul<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siap-siap. Di tangan Chen Shujie, <strong>botol bekas nggak cuma didaur ulang. Dia diajak ngobrol.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Nggak Dilebur Aja? Filosofi di Baliknya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum kita lihat karyanya, saya mau cerita dikit soal <em>&#8220;peta jalan&#8221;<\/em> desain ramah lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini, kalau kita dengar kata &#8220;daur ulang plastik&#8221;, yang kebanyakan orang bayangkan botol dikumpulkan \u2192 dilebur \u2192 dicetak jadi biji plastik \u2192 dibentuk ulang jadi barang baru. Proses ini namanya <strong>mekanikal daur ulang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi Chen Shujie berpikir <em>&#8220;Kenapa kita nggak memotong langkah?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia terinspirasi dari desainer Inggris bernama <strong>Micaella Pedros<\/strong> yang terkenal dengan teknik <strong>&#8220;shrink-fitting&#8221;<\/strong> (penyusutan plastik dengan panas). Chen Shujie lalu mengembangkannya jadi lebih <em>artistik<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya? Empat benda yang <strong>mempertahankan identitas botol plastiknya<\/strong>\u2014mulai dari tekstur bergelombang khas botol minum, sampai <em>embossed code<\/em> tanggal produksi di bagian bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka nggak menyamar. Mereka <em>bangga<\/em> jadi bekas botol. Dan menurut saya, itu jauh lebih berani daripada sekadar &#8220;mendaur ulang&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Empat Rupa Botol yang (Nggak) Mau Dilupakan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. \u6c34\u51492\u53f7 (Shuiguang No.2) &#8211; Vas Bunga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang ini favorit saya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan sebuah vas bunga. Tapi <em>badan vas-nya adalah botol plastik bekas<\/em> yang masih kelihatan jelas bentuk aslinya\u2014lengkap dengan tekstur bergelombang dan garis-garis cetakan pabrik. Lalu di bagian <strong>lehernya<\/strong>, ada mahkota geometris berwarna perak yang dibuat dari logam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi ada kontras yang disengaja:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bawah<\/strong>: Plastik murah yang kusut, transparan, dan <em>handmade<\/em> banget.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Atas<\/strong>: Logam perak yang geometris, presisi, dan <em>industrial<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan yang membuatnya <em>fungsional<\/em> banget <strong>leher logam itu bisa dibuka<\/strong>. Jadi kamu bisa ganti air dan bersihin vas tanpa repot-repot mengeluarkan bunga dari mulut sempit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenapa disebut <strong>&#8220;\u6c34\u5149&#8221; (Shuiguang)<\/strong>? Artinya kira-kira &#8220;cahaya air&#8221;. Karena ketika bunga dimasukkan, batang dan air di dalam botol akan <strong>memantulkan cahaya<\/strong>\u2014menciptakan efek berkilau yang dinamis. Cantik banget, kan?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. \u6728\u70ad2\u53f7 (Charcoal No.2) &#8211; Pengharum Ruangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini yang paling <em>tak terduga<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan sebuah wadah kecil dari aluminium (tempat minyak esensial), lalu di atasnya ada <strong>bongkahan arang<\/strong> yang dibungkus transparan oleh plastik botol yang menyusut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arang itu punya struktur <strong>berpori<\/strong>\u2014mirip spons, tapi keras. Karena sifat alaminya, arang bisa <strong>menyerap minyak esensial<\/strong> lalu melepaskannya perlahan ke udara. Jadi <em>diffuser<\/em> alami, tanpa listrik, tanpa baterai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan yang bikin saya <em>mindblown<\/em> <strong>plastik botol yang menyusut itu fungsinya ganda<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Secara fisik: Menjepit arang dan wadah aluminium supaya nggak lepas. (Ingat, nggak ada lem!)<\/li>\n\n\n\n<li>Secara estetika: Membuat arang terlihat seperti <strong>spesimen dalam ruang kaca<\/strong>\u2014seperti fosil atau benda purba yang diawetkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie menyebut efek ini sebagai <em>&#8220;like a specimen or device&#8221;<\/em>. Dan saya setuju. Rasanya seperti melihat arang yang <em>diabadikan<\/em> dalam plastik, padahal dia masih &#8220;hidup&#8221; menyerap dan melepas aroma.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. \u6d6e\u5c9b (Floating Island) &#8211; Tempat Lilin<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kalau ini yang paling <em>dramatis<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bayangkan sebuah tempat lilin hitam berbentuk kerucut. Lalu di <strong>bawahnya<\/strong>, ada botol plastik yang menyusut\u2014bertindak sebagai <strong>&#8220;batang&#8221;<\/strong> yang menyangga kerucut itu di atas sebuah panggung bundar di bagian bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Efeknya? <strong>Kerucut hitam itu terlihat melayang<\/strong>. Seperti pulau yang terapung (makanya dinamakan <em>Floating Island<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu di atas kerucut itu, ada nyala lilin kecil. Nyala itu seolah-olah <strong>tidak terikat gravitasi<\/strong>\u2014melayang di udara, diam, anggun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan bagian paling cerdas <strong>rongga di bawah platform<\/strong> ternyata bisa digunakan untuk menyimpan stok lilin cadangan. Jadi nggak cuma cantik, tapi juga <em>smart<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. \u89e6\u89c9T (Touch T) &#8211; Toples Serbaguna<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang ini paling <em>interaktif<\/em>\u2014dan menurut saya paling <em>puitis<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Touch T<\/strong> adalah toples biasa (buat nyimpan gula, kopi, permen, atau apa pun). Tapi tutupnya\u2026 <em>luar biasa<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bagian <strong>puncak tutup<\/strong>, Chen Shujie membungkus sebuah <em>benda alami<\/em> (bisa batu, kayu, kerang, atau apa pun) dengan plastik botol yang menyusut. Benda ini lalu berfungsi sebagai <strong>gagang<\/strong> untuk membuka tutup. Bentuk struktur plastik + gagang ini seperti huruf <strong>&#8220;T&#8221;<\/strong> \u2014makanya dinamakan <strong>Touch T<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenapa dia melakukan ini?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&#8220;Di kota, kita dikelilingi barang-barang buatan manusia. Jarang sekali kita menyentuh sesuatu yang benar-benar alami. Mungkin itu membuat indra peraba kita jadi tumpul.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap kali kamu membuka toples ini, <strong>telapak tanganmu menyentuh batu, kayu, atau kerang<\/strong>\u2014bukan plastik atau logam dingin. Itu adalah <em>&#8220;micro-awakening&#8221;<\/em> (kebangkitan kecil) untuk indra perabamu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan setiap toples punya &#8220;gagang&#8221; yang berbeda, tergantung benda alami apa yang ditemukan Chen Shujie saat itu. Jadi <strong>setiap Touch T adalah unik<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dari Mana Ide Ini Bermula? &#8220;\u6c34\u74f6\u8ba1\u5212&#8221; (Water Bottle Project)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ternyata, keempat benda dari <strong>Reused Plastic Bottle Series<\/strong> ini adalah bagian dari proyek yang lebih besar <strong>&#8220;\u6c34\u74f6\u8ba1\u5212&#8221; (Shuiping Jihua)<\/strong> atau <strong>Water Bottle Project<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proyek ini dimulai pada tahun <strong>2022<\/strong>\u2014saat pandemi COVID-19 masih berkecamuk di China. Waktu itu, segalanya serba terbatas. Material impor susah didapat. Pergi ke mana pun repot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie lalu mengambil keputusan berani <strong>&#8220;Kenapa nggak pakai barang yang sudah ada di sekitar kita?&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia mulai mengoleksi botol plastik bekas, lalu bereksperimen dengan <strong>hot air gun<\/strong> (senjata angin panas) \u2014alat yang biasanya dipakai buat melelehkan lem atau melengkungkan pipa PVC.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia menemukan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Plastik PET<\/strong> (bahan botol minum) memiliki titik leleh yang rendah\u2014sekitar 250\u00b0C.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat dipanaskan, plastik akan <strong>menyusut hingga 50%<\/strong> dari ukuran aslinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Proses penyusutan ini menciptakan <strong>tekanan menjepit<\/strong> yang kuat\u2014cukup untuk menjepit dua benda tanpa lem.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penemuan ini lalu dia kembangkan jadi <strong>empat desain yang kita lihat sekarang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bukan Cuma Vas dan Toples, Juga Ada Lampu!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau kamu pikir cuma empat benda itu, <em>wait<\/em>\u2014ada bonus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proyek <strong>&#8220;\u6c34\u74f6\u8ba1\u5212&#8221;<\/strong> yang sama, Chen Shujie juga menciptakan <strong>&#8220;\u74f6\u514901&#8221; (Pingguang 01)<\/strong> \u2014lampu yang seluruh tubuhnya adalah <strong>botol plastik bekas yang dipotong dan dibentuk ulang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara kerjanya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Botol plastik dipotong memanjang jadi <strong>bentuk pita\/spiral<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pita itu lalu dipanaskan sehingga <strong>menggulung sendiri<\/strong> (karena penyusutan termal) jadi bentuk silinder panjang.<\/li>\n\n\n\n<li>Di dalam silinder itu, dimasukkan <strong>kabel lampu<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Di bagian bawah botol (yang masih utuh dengan <em>embossed code<\/em>-nya), dipasang <strong>sumber cahaya LED<\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasilnya? Sebuah lampu gantung yang <strong>transparan, mengalir, dan seperti patung es yang mencair<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang lebih kocak <strong>kode produksi di dasar botol<\/strong> (biasanya cetakan tanggal kadaluarsa pabrik) sengaja dibiarkan terlihat. Itu menjadi <strong>&#8220;nomor seri unik&#8221;<\/strong> untuk setiap lampu. Jadi botol yang kamu minum dua bulan lalu, sekarang punya <em>certificate of authenticity<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seberapa Kuat Sih Hasilnya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin kamu mikir, <em>&#8220;Ini cuma botol plastik yang dipanasin, masa iya kuat?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya <strong>cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut penjelasan Chen Shujie, teknik <strong>heat shrink<\/strong> ini menghasilkan <strong>gaya jepit (clamping force)<\/strong> yang cukup kuat untuk menyatukan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Logam dengan plastik (vas)<\/li>\n\n\n\n<li>Arang dengan aluminium (diffuser)<\/li>\n\n\n\n<li>Keramik dengan plastik (tempat lilin)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk penggunaan <em>normal<\/em> (vas di atas meja, toples di dapur), hasilnya sangat stabil. Tapi mungkin bukan buat diinjek-injek atau dilempar ke tembok. <em>Ya iyalah.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie juga <strong>sengaja tidak menambahkan lem atau perekat tambahan<\/strong> . Kenapa? Karena dia ingin <em>prosesnya juga bisa dibalik<\/em>. Kalau suatu hari botolnya mau didaur ulang lagi, tinggal dipanaskan ulang\u2014<em>no residue, no problem<\/em>. Lingkungan senang, desainer pun senang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keindahan dari Ketidaksempurnaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya suka sekali dengan pendekatan estetika Chen Shujie.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia nggak berusaha &#8220;menyembunyikan&#8221; fakta bahwa bahannya adalah sampah. Nggak. Justru sebaliknya <strong>dia <em>merayakan<\/em> bekas-bekas itu<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tekstur bergelombang khas botol plastik <em>beneran<\/em> dibiarkan terlihat.<\/li>\n\n\n\n<li>Sisa-sisa lembaran plastik yang meluber setelah dipanaskan nggak dirapikan\u2014dibiarkan jadi <strong>detail organik<\/strong> yang unik.<\/li>\n\n\n\n<li>Kode produksi pabrik di dasar botol jadi semacam <strong>tanda tangan<\/strong> dari kehidupan sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini mirip dengan filosofi <strong>wabi-sabi<\/strong> dalam estetika Jepang\u2014keindahan dari ketidaksempurnaan, ketidakkekalan, dan kealamian. Bedanya, kalau wabi-sabi soal keramik retak yang diperbaiki dengan emas, Chen Shujie soal <strong>botol bekas yang dibiarkan terlihat bekasnya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seberapa Besar Dampaknya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oke, saya harus jujur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proyek ini adalah <strong>proyek seni\/desain<\/strong>, bukan solusi massal untuk masalah sampah plastik dunia. Chen Shujie sendiri sadar akan itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi menurut saya, kontribusinya bukan di volume, tapi di <strong>cara pandang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie menunjukkan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Daur ulang nggak harus selalu dengan mesin canggih dan pabrik besar.<\/strong> Kadang, senjata angin panas dan botol bekas sudah cukup.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sampah plastik nggak harus berubah total.<\/strong> Kadang, membiarkan identitas aslinya tetap terlihat justru lebih jujur dan artistik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Desain bisa jadi alat advokasi.<\/strong> Setiap orang yang melihat vas ini jadi <em>ingat<\/em> &#8220;Oh iya, ini dari botol bekas. Berarti saya juga bisa, dong?&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan itu, menurut saya, sudah sangat berharga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dimana Bisa Melihat\/Membeli?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, <strong>Reused Plastic Bottle Series<\/strong> ini adalah <strong>koleksi seni terbatas<\/strong> yang dipamerkan di beberapa galeri di China pada tahun 2022-2023.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum ada info resmi soal produksi massal atau distribusi internasional. Tapi kita bisa berharap, karena tren <em>circular design<\/em> (desain sirkular) makin populer, mungkin suatu hari nanti karya Chen Shujie bisa diakses lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk saat ini, kita bisa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengapresiasi<\/strong> dari foto-foto dan deskripsi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mencoba eksperimen sendiri<\/strong> di rumah (tapi hati-hati dengan hot air gun, ya! Bisa kebakaran).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengikuti<\/strong> perkembangan Chen Shujie Studio di media sosial (kalau ada).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Botol Kecil, Pelajaran Besar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teman-teman, saya akui dari sekian banyak koleksi desain yang kita bahas\u2014mulai dari marmer Zaha yang megah, lampu nendo yang warna-warni, sofa &#8220;dihancurkan&#8221; Daniel Arsham, sampai meja bundar dari pulau hantu\u2014<strong>Reused Plastic Bottle Series<\/strong> ini mungkin yang paling <em>sederhana<\/em> secara material.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi justru di situlah letak <em>kekuatannya<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie mengajarkan kita bahwa <strong>solusi untuk masalah besar tidak selalu harus rumit, mahal, atau berteknologi tinggi<\/strong>. Kadang, yang kita butuhkan hanyalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mata untuk melihat<\/strong> potensi di tempat sampah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tangan untuk mencoba<\/strong> (dan gagal, lalu mencoba lagi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keberanian untuk meninggalkan<\/strong> cara-cara lama yang mungkin lebih nyaman tapi nggak berkelanjutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap botol plastik yang kita minum setiap hari punya <em>cerita<\/em> yang sama lahir dari pabrik, berisi air, sampai ke tangan kita, lalu\u2026 <em>menjadi apa?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Chen Shujie memberi jawaban <strong>menjadi vas yang memantulkan cahaya, menjadi diffuser yang melepas aroma, menjadi toples yang mengingatkanmu pada sentuhan alam, menjadi lampu yang menerangi malammu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan solusi sempurna. Tapi langkah kecil yang jujur. Dan kadang, itu sudah cukup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai jumpa di artikel berikutnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, para pembaca yang punya tumpukan botol plastik di dapur! Santai, saya nggak akan ceramahin kamu soal bumi yang makin&#8230;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[39,40,41],"class_list":["post-70","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-furniture-kontemporer","tag-chenshujie","tag-desainsirkular","tag-waterbottleproject"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=70"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70\/revisions\/71"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=70"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=70"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/designyxr.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=70"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}