Sofamu Kepengin Terbang? Kenalan Yuuk dengan Aeris Collection yang Melawan Gravitasi

Halo, para pembaca yang lagi nyari angin segar di dunia desain!

Balik lagi di blog kesayangan kita. Kali ini aku mau ajak kamu liat sesuatu yang… ngambang. Serius.

Beberapa waktu lalu kita sudah ngobrolin Erosion Collection-nya Zaha Hadid Architects—yang berat, megah, seperti patung marmer yang terukir waktu. Tapi ternyata, di tahun yang sama, mereka punya “saudara kandung” dengan kepribadian yang bener-bener bertolak belakang.

Namanya Aeris Collection.

Kalau Erosion itu seperti batu karang yang kokoh menantang ombak, maka Aeris ini seperti awan atau angin yang nggak pernah bisa kita tangkap. Penasaran? Yuk, langsung kita bedah!

Bukan Sekadar Meja, Tapi Jembatan

Oke, jadi gini. Aeris Collection ini hasil kolaborasi ZHA dengan brand asal Italia, Citco. Tapi yang bikin beda, mereka menggandeng firma engineering bernama Richter. Kenapa? Karena koleksi ini nggak bisa dibuat pakai logika kayu biasa.

Coba bayangkan meja dengan permukaan yang super mulus, tipis, dan melengkung. Kelihatannya enteng banget, hampir seperti origami yang tertiup angin. Tapi percaya atau nggak, barang ini dibuat dari material solid yang berat.

Bagaimana caranya?

Jawabannya ada di bawah meja.

ZHA dan Richter mendesain struktur bawah meja (under-side) seperti rangka jembatan gantung. Ada geometri-geometri kecil berongga (lattice) yang mirip sarang atau aliran air. Secara teknik, ini namanya structural form-finding—mencari bentuk berdasarkan bagaimana gaya/tekanan merambat.

Hasilnya? Sebuah meja (dalam hal ini meja Arcus Table) yang ujungnya bisa setipis pisau silet, padahal terbuat dari batu atau logam. Ini bukan meja. Ini keajaiban fisika.

Antara Intuisi dan Hitungan Matematika

Nah, yang paling aku suka dari deskripsi resmi koleksi ini adalah kalimat ini:

“A convergence of intuition and calculation.”
(Pertemuan antara intuisi dan perhitungan.)

Kita sering lihat furnitur “keren” yang cuma bagus di foto tapi nggak enak dipakai, atau furnitur “fungsional” yang bentuknya itu-itu aja. Tapi Aeris ini beda.

Bentuknya yang meliuk-liuk bukan cuma untuk gaya-gayaan. Itu adalah respons struktural. Itu adalah “jalan tak terlihat” yang dilalui oleh gaya gravitasi untuk sampai ke lantai. Mereka membaca alam, lalu menerjemahkannya ke dalam kode digital, lalu memahatnya menjadi benda fisik.

Ini terlihat jelas di Aeris Vires (kursi) dan Aeris Aura (lampu). Mereka nggak punya sudut tajam. Semua adalah kurva parametric yang membuat mata kita nyaman mengikuti alurnya.

Filosofi “Massa yang Bergerak”

Satu hal yang selalu ZHA tanamkan dalam setiap karyanya menentang status quo.
Selama ini, kita punya preconception (prasangka) bahwa barang dari marmer itu berat dan statis, barang dari kaca itu rapuh, dan struktur yang kokoh haruslah kaku.

Aeris Collection hadir untuk menghancurkan prasangka itu.

  • Massa menjadi gerakan (Mass becomes movement).
  • Batu bisa terbang.
  • Kaca bisa menekuk.

Mereka menyebut filosofi ini sebagai “odes to transformation”—sebuah pujian untuk proses perubahan. Baik perubahan materi, persepsi, maupun kemungkinan itu sendiri.

Dimana Kita Bisa Lihat?

Sayangnya, event-nya sudah selesai tepat tanggal 26 April 2026 kemarin. Tapi buat catatan kalian, selama Milan Design Week lalu, Aeris Collection ini dipamerkan di Salone Internazionale, Fiera Milano Rho, Hall 22, Booth 16.

Dan kabar baiknya, karya-karya seperti ini biasanya masuk koleksi galeri desain atau jadi koleksi terbatas (limited edition). Jadi siapa tahu, suatu hari kita bisa lihat langsung bagaimana rasanya duduk di kursi yang kelihatan seperti siap melayang.

Jadi, Mana Pilihanmu Erosion atau Aeris?

Kita jadi punya dua kubu nih di tahun 2026:

  1. Erosion: Kembali ke alam, solid, sekeras batu, penuh tekstur (gesekan/tapak).
  2. Aeris: Menentang gravitasi, selembut angin, penuh ruang negatif, dan super engineered.

Aku rasa, dua-duanya keren banget untuk konteks yang berbeda. Tapi kalau kamu tanya aku pribadi?

Aeris itu seperti puisi fisika. Melihat meja yang seharusnya berat malah “terbang” adalah sensasi yang nggak bisa kamu dapatkan dari gambar. Kamu harus menyentuhnya untuk percaya.

Gimana dengan kamu? Tertarik dengan keajaiban tektoniknya Erosion, atau lebih kepincut dengan keajaiban antigravitasi Aeris?

Yuk diskusi di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke teman arsitek atau insinyur sipilmu—biar mereka ikut garuk-garuk kepala geleng-geleng.

Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *